Moralitas

 


Moralitas itu apa sih?

Kata moral dan moralitas memiliki arti yang sama. Untuk itu, dalam pengertiannya lebih ditekankan pada penggunaan moralitas, karena sifatnya yang abstrak. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

Moralitas adalah produk agama dan budaya. Setiap agama dan budaya di dunia memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama. Jadi, penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.

JENIS-JENIS MORALITAS

1.  Moralitas objektif. Moralitas objektif adalah moralitas yang memandang perbuatan sebagai suatu perbuatan yang telah dikerjakan, bebas dari pengaruh-pengaruh pihak pelaku.

2.  Moralitas subyektif. Moralitas subyektif adalah moralitas yang memandang perbuatan sebagai perbuatan yang dipengaruhi pengertian dan persetujuan si pelaku sebagai individu, dalam hal ini dipengaruhi latar belakang,kondisi pendidikan dan sifat pribadi.

3. Moralitas intrinsik. Moralitas intrinsik adalah moralitas yang memandang perbuatanmenurut hakikatnya bebas dari setiap bentuk hukum positif.

4.  Moralitas ekstrinsik. Moralitas ekstrinsik adalah moralitas yang memandang perbuatan sebagai sesuatu yang diperintahkan atau dilarang oleh seseorang yang berkuasa atau hukum positif, baik dari manusia atau dari Tuhan.

CIRI NILAI MORAL

1. Berkaitan dengan Tanggung Jawab
Nilai moral sangat berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Nilai-nilai moral mengakibatkan bahwa seseorang bersalah atau tidak bersalah, karan ia tidak bertanggung jawab.
2. Berkaitan dengan Hati Nurani
Salah satu ciri khas dari nilai moral adalah bahwa hanya nilai ini yang dapat menimbulkan "suara" dari hati nurani yang menuduh bila kamu meremehkan nilai-nilai moral, namun memuji diri sendiri bila mewujudkan nilai-nilai moral.
3. Mewajibkan
Nilai-nilai moral yang satu ini mewajibkan detikers secara absolut dan tidak bisa ditawar. Seorang filsuf asal Jerman bernama Immanuel Kant, pernah menjelaskan tentang imperative hypothesis dan imperative categories.  Dalam nilai moral terkandung suatu imperative categories, sedangkan nilai-nilai lain hanya berkaitan dengan imperative hypothesis. Artinya, kalau kamu ingin merealisasikan nilai-nilai lain, detikers harus menempuh jalan tertentu.
Lalu sebaliknya, nilai moral mengandung imperative categories. Artinya, nilai moral itu mewajibkan manusia untuk begitu saja tanpa ada syarat tertentu.
4. Bersifat Moral
Dalam ciri nilai moral yang terakhir yakni bersifat moral, artinya tidak ada nilai moral yang "murni" terlepas dari nilai-nilai lain. Hal itu lah yang dimaksudkan dengan bersifat formal.

FUNGSI MORALITAS

  • Membentuk karakter / kepribadian
  • Menjaga masyarakat agar tidak berantakan (bertindak dan bersikap seenaknya)
  • Membantu memberikan rasa aman
  • Mendorong kemajuan manusia
  • Menyelesaikan konflik kepentingan dengan cara yang adil dan teratur
  • Untuk memberikan pujian dan kritik dengan cara yang baik dan menghukum yang bersalah

KORELASI ETIKA DAN MORALITAS

Moral dan etika ini memang  tidak dapat dipisahkan , karena dari artinya sendiri memiliki pengertian yang sama, yaitu adat kebiasaan. Pada dasarnya moral ini ditentukan oleh etika. Moral merupakan pengertian tentang mana hal yang baik dan mana hal yang tidak baik. Sedangkan etika itu sendiri adalah tingkah laku yang dilakukan oleh manusia berdasarkan hal-hal yang sesuai dengan moral tadi. Etika juga diartikan sebagai filsafat bidang moral yang mengatur bagaimana manusia harus bertindak. Etika dan moral ini memberi petunjuk tentang bagaimana cara hidup dengan baik di mana petunjuk ini biasanya bersumber dari agama dan kebudayaan tertentu.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR MANAJEMEN

ETIKA Adalah?