Pengantar Rekayasa Transportasi
Apakah
yang dimaksud dengan rekayasa ?
Rekayasa adalah
penerapan dari ilmu pengetahuan dan perhitungan matematika terhadap sumber daya
alam yang tersedia sehingga dapat digunakan untuk kepentingan manusia dalam
bentuk struktur bangunan, sistem produksi dan proses lainnya.
Apakah yang dimaksud
dengan transportasi ?
1.
Menurut
Edward Morlok (1978) :
Transportasi
adalah: suatu tindakan, proses, atau kegiatan pemindahan orang atau orang dan
barang dari suatu tempat ke tempat lain.
2.
Menurut
H.S. Djajoesman (1976) :
Transportasi
adalah:
Pemindahan orang dan/atau barang dari satu tempat ketempat lain dengan atau
tanpa alat untuk memenuhi kebutuhan menurut tempat dan waktu dengan
mengindahkan persyaratan aman, lancar, tertib, nyaman dan efisien.
3.
Menurut
Nasution (1996):
Transportasi
diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ketempat tujuan.
4.
Menurut
Fidel Miro (2002) :
Transportasi diartikan sebagai usaha pemindahan, menggerakkan, mengangkut, atau
mengalihkan suatu obyek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana obyek tersebut
lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu.
Apakah yang dimaksud dengan Rekayasa Transportasi ?
Rekayasa transportasi adalah penerapan dari ilmu pengetahuan dan perhitungan
matematika terhadap sumber daya alam yang tersedia sehingga dapat digunakan
untuk kepentingan proses memindahkan orang, barang atau orang dan barang dari
suatu tempat ke tempat yang lain dengan sarana atau alat tertentu baik dalam
bentuk sederhana maupun dalam bentuk yang lebih lengkap dan mutakhir. Rekayasa transportasi juga merupakan Bidang keahlian
yang berhubungan dengan mengaplikasikan pendekatan saintifik didalam
merencanakan, mendesain, mengoperasikan, dan mengatur sistem transportasi
seperti jalan raya, jalur/rel kereta, transportasi air (laut/sungai) dan udara.
·
Sistem Transportasi
Transportasi
dapat diartikan sebagai pergerakan barang atau manusia dalam dimensi ruang,
waktu dan nilai (Stoper dan Meyburg, 1978). Pergerakan barang atau manusia
tersebut belum bisa berlangsung tanpa adanya sarana dan prasarana yang
mendukungnya, oleh sebab itu pendekatan sistem lebih tepat digunakan dalam
memahami transportasi.
·
Perkembangan Transportasi
Menurut
Whynne-Hammond (1995), kebanyakan jalur transportasi tidak dibangun secara
keseluruhan, maksudnya jaringan transportasi ini selalu berkembang secara
gradual dan bertahap dari waktu ke waktu. Dalam perkembangan transportasi ada
beberapa teori yang menjelaskan tentang perkembangan transportasi, antara lain
:
1).
Teori Poros (Babcock)
Peranan jalur transportasi dalam perkembangan daerah
kekotaan dijelaskan oleh teori utama berkaitan dengan struktur keruangan kota
yaitu teori poros (Babcock, 1993 dalam yunus, 2000). Pada teori poros yang
memandang peran jalur transportasi dalam perspektif ekologis-babcock
mengungkapkan bahwa keberadaan poros transportasi dengan mobilitas tinggi.
Asumsi tersebut berimplikasi perkembangan zona-zona yang ada pada daerah sepanjang
poros transportasi akan lebih besar dari zona yang lain.
Pada dasarnya teori ini merupakan transportasi dalam
mempengaruhi struktur bangunan kota. Keberadaan poros transportasi menurut
Babcock akan mengakibatkan distorsi pada konsentris, karena sepanjang rute
transportasi berasosiasi dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Daerah yang
akan dilalui transportasi akan mempunyai perkembangan fisik yang berbeda dengan
daerah-daerah di antara jalur-jalur yang disebut star-shaped
patten/octopus-like pattern.
2).
Teori kekuatan Dinamis (Charles Colby)
Oleh karena dalam kota terdapat kekuatan-kekuatan
dinamis yang mempengaruhi pola penggunaan lahan kota, maka pola penggunaan
lahan kota sendiri tidak statis sifatnya. Secara garis besar, kekuatan dinamis
ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu ; (1) Kekuatan-kekuatan sentrifugal
(centrifugal forces) adalah kekuatan-kekuatan yang menyebabkan terjadinya
pergerakan penduduk dan fungsi-fungsi kekotaan dari bagian dalam suatu kota
menuju bagian luarnya.; (2) Kekuatan-kekuatan sentripetal (centripetal forces)
adalah kekuatan-kekuatan yang terjadinya pergerakan baik penduduk maupun
fungsi-fungsi kekotaan yang berasal dari bagian luar menuju bagian dalam daerah
perkotaan. Kekuatan-kekuatan tersebut timbul karena adanya faktor pendorong dan
penarik. Masing-masing zona mempunyai karakteristik keruangan (spatial
characteristic).
·
Permasalahan Transportasi di
Perkotaan
Menurut
Abubakar, dkk (1995) salah satu ciri kota modern ialah tersedianya sarana
transportasi yang memadai bagi warga kota. Fungsi, peran serta masalah yang
ditimbulkan oleh sarana transportasi ini semakin ruwet seiring dengan kemajuan teknologi
dan pertumbuhan penduduk. Masalah lau lintas dan angkutan umum semakin vital
perannya sejalan dengan kemajuan ekonomi dan mobilitas masayarakatnya. Hal-hal
yang bersangkutan dengan transportasi menyinggung langsung pada kebutuhan
pribadi-pribadi warga kota dan berkaitan langsung dengan ekonomi kota. Masalah
lalu lintas di perkotaan pada dasarnya disebabkan oleh:
1.
Pertambahan penduduk kota-kota besar yang sangat pesat yaitu berkisar antara 3
% - 5 % per tahunnya.
2.
Tingginya jumlah pengguna kendaraan pribadi mobil dan motor (pertumbuhan kendaraan
roda dua sekitar 8-12 % per tahun selama lima tahun terakhir
3. Kualitas dan jumlah kendaraan angkutan umum
yang belum memadai. Sarana, prasarana, jaringan pelayanan, terminal, dan sistem
pengendalian pelayanan angkutan umum yang ada belum mampu menarik minat pemaai
kendaraan pribadi umtuk beralih ke angkutan umum.
Nama: Sindi Nursella
Npm:
21314043
Email
Saya: sindinursella@gmail.com
Web
Universitas Teknokrat Indonesia: Teknokrat.ac.id
Spada.teknokrat.ac.id
https://civil.uii.ac.id/new/magister/?page_id=636
https://catatansianaksipil.wordpress.com/2012/01/19/rekayasa-transportasi1/
http://dishub.jabarprov.go.id/artikel/view/221.html
http://e-journal.uajy.ac.id/680/2/1EP16282.pdf

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusGood job
BalasHapusthanks loads
Hapus